Di setiap tetes air matamu
selalu saja ada yang tak bisa,
aku tuliskan.
apalagi menyentuh pipimu,
di situ peristiwa semakin tak bisa,
aku maknai.
dalam dadamu
musim kemarau semakin tandus,
entah pada siapa musim hujan jatuh,
dalam waktu yang lengang
ketika kata-kata tak pernah
melahirkan puisi.
selalu saja ada tawa
yang menodai kegetiran
ketika kau bergegas
membawa tubuhmu pada sepi
(2014)
Klik Lagu dari puisi Tentang Sebuah Perpisahan di sini https://www.youtube.com/watch?v=DoHBZsJJGSk